Created (c) by Muhammad Hanafi (DeeJayHan)

Minggu, 29 Januari 2012

0 Persatuan dan Kerukunan

Persatuan  dan Kesatuan

A. Kerukunan intern umat Islam
Saat ini dalam agama Islam berkembang berbagai macam paham dan aliran. Walaupun demikian antara muslim satu dengan yang lain tetap bersaudara. Munculnya aliran yang berbeda-beda tersebut akibat dari perbedaan penafsiran karena penguasaan ilmu yang mendukung penafsiran itu tidak sama. Akan tetapi umat Islam harus menjunjung tinggi persaudaraan karena yang mengikat persaudaraan di antara mereka adalah Islam. Rasulullah saw, menggambarkan persaudaraan umat Islam tersebut dalam hadis berikut :
" Perumpamaan orang Islam di dalam sayang-menyayangi dan kasih-mengasihi adalah bagaikan satu tubuh yang apabila ada salah satu anggota yang sakit, anggota tubuh yang lain akan ikut merasakannya, yaitu tidak bisa tidur dan merasakan demam ". (HR. Muslim)

Salah satu wujud kerukunan adalah adanya kemauan untuk saling membantu.
" Muslim yang satu adalah bersaudara dengan muslim lainnya. Oleh karena itu tidak boleh menganiaya dan membiarkannya. Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa yang melapangkan satu dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa yang menyembunyikan rahasia seorang muslim, Allah akan menyembunyikan rahasianya nanti pada hari kiamat ". (HR. Muttafaq 'alaih)

B. Kerukunan umat Islam dengan umat beragama lain
Islam merupakan agama yang mempunyai toleransi tinggi terhadap golongan yang beragama lain. Dakwah Islam tidak boleh dilaksanakan dengan cara kekerasan dan paksaan, tetapi harus dengan cara yang damai dan bijaksana. Hal ini terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 256.
" Tidak ada paksaan untuk memasuki Agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut, dan beriman kepada Allah, sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ". (QS. Al-Baqarah : 256)

Dalam hal bekerja sama dengan orang yang beragama lain, Islam membatasi pada hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniaan seperti di bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik. Sedangkan dalam hal-hal yang berkaitan dengan masalah Akidah dan Ibadah Islam melarang bekerja sama. Kita di larang mendoakan dan memintakan ampun kepada Allah SWT. untuk orang yang beragama lain walaupun Orang tua atau anak sendiri. Kita tidak boleh mendahului salam kepada orang yang beragama lain. Apabila mereka memberi salam kepada kita, kita cukup menjawab Wa'alaikum. Hal ini seperti sabda Rasul :
" Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepadamu maka jawablah dengan Wa'alaikum". (HR. Bukhari dan Muslim)


0 Comments

Bagaimana Pendapat Anda ?

ShareThis



Free Widgets